ada dua bahasan estetika dalam menilai seni sebutkan dan jelaskan
Estetikasebagai teori seni 1. Estetika Sebagai Teori Seni Sebagai cabang filsafat, estetika secara luas sering diartikan sebagai filsafat keindahandan secara khusus sebagai filsafat seni. Dalam makalah ini akan diambil pengertiannyasebagai teori seni.
Jelaskan Level kognitif lainnya pada level 3 ini adalah C5 (evaluasi), kata kerja operasional yang bisa digunakan dalam penyusunan soal level C5 ini di antaranya, membuktikan, mempertahankan, memvalidasi, menilai, memberi saran, mengevaluasi, mengkritik, memberi argumentasi, menafsirkan, merekomendasikan, dan lainnya.
Adajuga yang mengadakan rapat dua kali dalam satu tahun yaitu satu kali untuk menyusun Anggaran Biaya dan Pendapatan (rencana usaha) untuk tahun yang akan datang dan yang kedua kali rapat anggota tahunan untuk membicarakan kebijaksanaan Pengurus selama tahun yang lampau.Yang pertama diadakan menjelang akhir tahun buku (September-Desember
Berdasarkandefinisi profesional tersebut di atas, maka profesi kependidikan, baik pendidik maupun tenaga kependidikan melekat sedikitnya 6 syarat yaitu : 1. Merupakan jenis pekerjaan tetap, bukan pekerjaan sambilan. 2. Memerlukan keahlian tertentu.
Senisebagai sesuatu yang kontekstual (Sebuah resensi buku: Jacob Sumardjo,2000) Oleh: Riyan Hidayatullah. FKIP UNILA. Prodi Pendidikan Seni Pertunjukan. SENI SEBAGAI EKSPRESI. Seni adalah sebuah media yang biasa digunakan manusia untuk mengekspersikan sesuatu. Di dalam penggunaanya sedikit banyak menggunakan perasaan
BerdasarkanUUHC ada dua macam pencipta atau subjek hukum yang bisa diberikan perlindungan hak cipta, yaitu: 1. komunal, artinya dimiliki oleh keluarga atau masyarakat hukum adatnya. Keadaan ini tampak dalam penghargaan kreativitas dan karya seni dalam masyarakat tradisional. Invensi menurut penjelasan dalam undang-undang, paten tidak
Solidaritaskosmis, yaitu dalam diri manusia timbul perasaan solider, senasib sepenanggungan dengan alam dan sesama mahluk hidup lain. Prinsip ini bisa mendorong manusia untuk menyelamatkan lingkungan dan semua kehidupan di alam ini. 4. Prinsip kasih sayang dan kepedulian yaitu mengutamakan kepentingan alam.
Berikutadalah penjelasan tentang karya seni rupa dua dimensi yang terdiri dari ulasan tentang unsur objek jenis serta pengertian karya seni rupa yang semoga dapat. Pasti sahabat udah tahu tentang perbedaan seni rupa terapan dan murni jika sahabat masih bingung pb akan jelaskan. Sebutkan Fungsi Gelap Terang Dalam Seni Rupa Pada artikel kali ini kita
Hasilpenelitian ini adalah (1) humor SMS sebagai humor verbal pada hakikatnya adalah pengacauan dua persepsi atau situasi yang masing-masing memiliki kerangka acuan yang berbeda; (2) aspek-aspek kebahasaan yang dimanfaatkan sebagai sumber kejenakaan dalam humor SMS meliputi aspek ortografis, fonologis, ketaksaan, akronim dan abrevasi, hiponimi
Menurutpendapat Piaget (Sumantri, dkk. 2009:1-15) mengemukakan bahwa proses perkembangan anak dari kecil hingga dewasa melalui empat tahap perkembangan, yaitu: a. Tahap Sensori Motor (0–2 Tahun) Pada tahap ini, kegiatan intelektual anak hampir seluruhnya merupakan gejala yang diterima secara langsung melalui indera.
. Jakarta Apa itu estetika sangat erat hubungannya dengan seni. Estetika merupakan kata sifat yang berguna ketika subjek yang dibahas adalah keindahan atau seni. Apa itu estetika adalah prinsip kuno yang berkisar pada sifat keindahan. Apa itu estetika tak hanya sekadar digunakan pada bidang seni, melainkan merupakan bagian dari studi filosofis. Estetika dapat didefinisikan secara sempit sebagai teori keindahan, atau lebih luas lagi jika digabungkan dengan filsafat seni. 7 Potret Ilusi Optik dari Bayangan Ini Bikin Mikir Dua Kali Arti Kata Gabut dalam Bahasa Gaul, Lengkap dengan Istilah Kekinian Lainnya 10 Arti Mimpi Ular Menurut Islam, Dipercaya Berikan Pertanda Baik Apa itu estetika didasarkan pada fakta bahwa orang lebih menyukai hal-hal yang indah. Apa itu estetika sering digunakan sebagai dasar dalam berabagai bidang seperti desain, arsitektur, dan seni. Apa itu estetika sebenarnya merupakan studi filosofis tentang keindahan dan rasa. Berikut pengertian tentang apa itu estetika, dirangkum dari berbagai sumber, Minggu17/10/2021.Sampah plastik bisa disulap menjadi lukisan indah di tangan seorang seniman asal Tanah Karo, Sumatera Utara, Edy Suranta Ginting. Edy menggabungkan kecintaannya kepada seni dengan kepedulian terhadap pelestarian Terapi Seni Credit itu estetika berasal dari bahasa Yunani aisthetikos yang artinya keindahan, sensitivitas, kehidupan, dan berakitan dengan persepsi akal. Ia merupakan turunan dari istilah aisthanomai yang artinya "saya melihat, meraba, merasakan". Istilah ini pertama digunakan oleh ilsuf Alexander Gottlieb Baumgarten pada 1735 untuk mendeskripsikan ilmu tentang hal yang bisa dirasakan lewat perasaan. Baumgarten memilih "estetika" karena dia ingin menekankan pengalaman seni sebagai sarana untuk mengetahui. Definisi estetika Baumgarten dalam fragmen Aesthetica 1750 kadang-kadang dianggap sebagai definisi pertama estetika itu estetika?Ilustrasi Terapi Seni Credit Britannica, apa itu estetika merupakan sebuah studi filosofis tentang keindahan dan rasa. Estetika terkait erat dengan filsafat seni. Ia berkaitan dengan sifat seni dan konsep-konsep di mana karya seni individu ditafsirkan dan dievaluasi. Estetika lebih luas cakupannya daripada filsafat seni yang merupakan salah satu cabangnya. Apa itu estetika tidak hanya berurusan dengan sifat dan nilai seni tetapi juga dengan tanggapan terhadap objek alam yang menemukan ekspresi dalam bahasa seni. Estetika mengkaji respon domain afektif terhadap suatu objek atau fenomena. Penilaian nilai estetika bergantung pada kemampuan untuk membedakan pada tingkat sensorik. Dalam istilah visual, estetika mencakup faktor-faktor seperti keseimbangan, warna, gerakan, pola, skala, bentuk, dan bobot estetikaIlustrasi Cara Kerja Terapi Seni Credit tentang estetika konsep Pendekatan apa itu estetika bisa dilihat dari studi tentang estetika konsep atau lebih khusus, analisis "bahasa kritik", di mana penilaian tertentu dipilih dan logika serta pembenarannya ditampilkan. Sebuah studi filosofis Pendekatan selanjutnya adalah melalui studi filosofis tentang keadaan tertentu dari pikiran. Ini meliputi tanggapan, sikap, emosi, yang dianggap terlibat dalam pengalaman estetika. Kajian filosofis tentang objek estetika endekatan ini mencerminkan pandangan bahwa masalah estetika ada terutama karena dunia berisi kelas khusus objek yang kita reaksikan secara selektif dan yang kita gambarkan dalam istilah estetika. Kelas yang biasa dipilih sebagai objek estetika utama adalah yang terdiri dari karya seni. Semua objek estetika lainnya lanskap, wajah, objek trouvés , dan sejenisnya cenderung dimasukkan dalam kelas ini hanya karena, dan sejauh itu, dapat dilihat sebagai estetikaIlustrasi Pameran Seni di Singapura ninazMengutip Fimela, unsur-unsur apa itu estetika, di antaranya adalah Bentuk Unsur ini juga bisa disebut dengan shape, yang berpengaruh terhadap objek. Seseorang akan beranggapan bentuk tersebut estetika, jika memiliki bentuk yang unik dan beda dari yang lainnya. Unsur bentuk terdiri dari dua jenis, yaitu dua dimensi dan tiga dimensi. Warna Warna bisa memberikan suatu keindahan terhadap suatu karya seni. Ia bisa meningkatkan keindahan pada suatu benda dan objek lainnya. Unsur warna yang digunakan biasanya disesuaikan dengan kebutuhan orang yang menggunakan karya seni tersebut. Tema Unsur tema adalah suatu ide dasar, gagasan awal atau pokok pikiran, yang dipikirkan dan dibuat pencipta objek atau karya seni, untuk ditujukan kepada orang lain. Motif Hias Selain warna, adanya unsur motif hias juga bisa menambah nilai estetika suatu objek. Motif hias ditunjukkan melalui pola atau gambar yang menjadi hiasannya pada suatu objek atau mempelajari estetikaIlustrasi Lukisan. Sumber PixabayEstetika seringkali disamakan dengan keindahan. Namun, sebenarnya, estetika mencakup bauran yang lebih luas dalam filsafat. Keberadaan estetika memberi manfaat dalam berbagai aspek kehidupan. dapun beberapa manfaat dari estetika adalah sebagai berikut - Apa itu estetika menambah pengetahuan manusia mengenai unsur-unsur keindahan dalam seni, beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya. - Nenambah kemampuan manusia dalam menilai dan mengapresiasi suatu karya seni. - Meningkatkan rasa kecintaan lengkap dengan apresiasi manusia terhadap keindahan alam, seni, dan keunikan budaya bangsanya. - Menambah pengetahuan manusia mengenai nilai-nilai kesenian serta keindahan. - Memupuk rasa cinta seseorang terhadap kesenian dan kebudayaan bangsa estetikaIlustrasi Lukisan Mona Lisa. Mika Baumeister/UnsplashFilsuf Denis Dutton mengidentifikasi enam tanda universal dalam apa itu estetika manusia. Ini meliputi - Keahlian atau keahlian. Manusia mengolah, mengenali, dan mengagumi keterampilan artistik teknis. - Kesenangan non-utilitarian. Orang-orang menikmati seni demi seni, dan tidak menuntut agar mereka tetap hangat atau meletakkan makanan di atas meja. - Gaya. Objek dan pertunjukan artistik memenuhi aturan komposisi yang menempatkannya dalam gaya yang dapat dikenali. - Kritik. Orang menilai, mengapresiasi, dan menafsirkan karya seni. - Imitasi. Dengan beberapa pengecualian penting seperti lukisan abstrak, karya seni mensimulasikan pengalaman dunia. - Fokus khusus. Seni dikesampingkan dari kehidupan biasa dan dijadikan fokus pengalaman yang dramatis.* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.
Mendengar kata estetika pasti bukan menjadi hal asing lagi bagi sebagain orang. Terlebih lagi jika diantara individu dan kelompok adalah pekerja seni budaya, maka keberadaan nilai estetika merupakan hal yang amat sangat penting untuk dimiliki. Estetika pada umumnya memiliki nama atau istilah lain yaitu keindahan. Keindahan tersebutlah yang akan membuat seseorang merasa tertarik terhadap sesuatu yang dilihatnya. Melalui nilai estetika inilah pada hakekatnya banyak manusia mengungkapkannya dengan berbagai contoh apresiasi suatu karya seni. Nilai EstetikaPengertian Nilai EstetikaSifat Nilai EstetikaFormilEkspresionisPsikologisJenis Nilai EstetikaBentukWarnaTemaMotif hiasContoh Nilai EstetikaKeindahan lukisan pemandanganKecantikanPertunjukkanHarmoni dalam KaryaSimetri dalam Objek KaryaSebarkan iniPosting terkait Secara etimologis kata nilai estetika pada dasarnya tersusun atas dua suku kata. Dimana esetika berasal dari kata Yunani yaitu aistetika dan aesthesis. Aistetika sendiri artinya adalah hal-hal yang bisa diserap oleh panca indra, sedangkan aesthesis yaitu penyerapan panca indra atau sense perception. Sedangkan pengertian nilai estetika adalah penilaian utama yang akan diberikan pada karya seni, namun bukan hanya terletak pada keindahannya saja melainkan ada banyak aspek di dalamnya. Selain itu estetika adalah hal yang tidak akan pernah usai dan bisa digali setiap saat. Pengertian Nilai Estetika Nilai estetika adalah sumber rasa keindahan yang di dalamnya terdapat cinta kasih maupun kasih sayang karena adanya kecintaan yang dirasakan oleh manusia. Sehingga dengan hal ini tidak heran apabila manusia ingin kembali menikmati segala hal yang menjadi kecintaannya. Rasa cinta ini tidak hanya tertuju pada keindahan, akan tetapi juga pada kebenaran dalam hal ilmu pengetahuan dan rasa kebaikan atau moral. Pengertian Nilai Estetika Menurut Para Ahli Adapun untuk definisi nilai estetika menurut para ahli, antara lain sebagai berikut; Aristoteles, Nilai estetika adalah seni yang bisa memberikan dampak baik melalui ilmu pengetahuan sehingga dapat diaplikasikannya dan tidak kalah dengan ilmu eksak lain. Agustinus, Nilai estetika adalah suatu hal yang berupa keindahan dengan adanya kesatuan objek atau unsur seni lain yang sesuai dengan prinsip-prinsip seni serta mengetahui porsinya masing-masing. Earl of Shaftesbury, Nilai estetika adalah keindahan yang diperoleh dari ide murni abadi sehingga bisa menciptakan suatu hal yang luar biasa, tanpa harus ada campur tangan dari kepentingan pribadi selera karena dengan hal tersebut dapat merusak keindahan murni itu sendiri. Hutcheson, Nilai estetika adalah keindahan yang sifatnya tunggal yaitu kemurnian, serta mempercayai bahwa manusia dapat menciptakan keindahan tersebut karena dalam diri mereka terdapat kemampuan dasar yang sifatnya ekternal maupun internal. Sifat Nilai Estetika Beberapa macam sifat estetika tersebut yang diuraikan dibawah ini; Formil Sifat formil menunjukkan bahwa keindahan ini bersangkutan dengan pemikiran-pemikiran klasik yang menyangkut persoalan bentuk dan warna suatu karya seni. Estetika dapat dilihat dari hasil karya yang menunjukkan ketinggian, lebar, ukuran dan warna. Sifat ini memberikan arti bahwa rasa keindahan adalah emosi yang dikeluarkan secara langsung karena adanya bentuk dan tanpa memperhatikan unsur lainnya. Ekspresionis Sifat ekspresionis menunjukan bahwa keindahan tidak selalu menjelma dalam bentuk yang megah, akan tetapi dapat dirasakan dari tujuan atau ekspresinya. Keindahan karya seni bisa dinilai dari apa yang diekspresikannya, sehingga keindahan yang dihasilkan dengan ekspresinya nilainya jauh lebih sempurna. Ekspresi seni yaitu fungsi maupun kegunaan dari karya yang diciptakan, seperti bangunan, gedung dan lain sebagainya yang memiliki manfaat masing-masing. Psikologis Sifat seni secara psikologi tergambarkan dalam banyak hal yaitu secara mistik, intelektual, dan emosional. Keindahan bisa terwujud dari emosi yang dikeluarkan melalui prosedur pembuatan karya seni. Keindahan juga diartikan sebagai rasa puas dari pengamat seni terhadap karya yang dilihatnya. Jenis Nilai Estetika Berikut dibawah ini yang termasuk bentuk nilai estetika yaitu; Bentuk Bentuk atau dalam bahasa inggris disebut shape merupakan hal yang sangat mempengaruhi jenis nilai estetika. Hal ini karena bentuk sangat berpengaruh terhadap objek atau daya tarik utama suatu karya seni. Secara umum bentuk objek dalam karya seni ada 2 macam yaitu dua dimensi dan tiga dimensi. Jenis nilai estetika yang dilihat dari bentuk dua dimensi yaitu karya yang tidak mempunyai volume dan bentuk datar, contohnya foto, hiasan dinding, lukisan dan lain sebagainya. Sedangkan nilai estetika yang dilihat dari tiga dimensi yaitu karya yang memiliki volume, ruang, kedalaman dan contohnya adalah patung, guci, keramik serta lain sebagainya. Warna Jenis warna nilai estetika yaitu mengandung unsur yang dipengaruhi oleh warna-warna dalam karya seni itu sendiri. Keindahan seni akan lebih terasa pada saat warna yang ditonjolkan sesuai dengan selera orang yang melihatnya. Misalkan saja masalah warna pakaian yang digunakan anak muda dengan orang tua, pastinya terdapat perbedaan dalam hal penilaian maupun selera. Tema Jenis nilai estetika pada tema artinya yaitu keindahan yang dilihat dari sebuah karya seni berdasarkan gagasan yang ingin disampaikan kepada orang lain dari pembuat seni tersebut. Tema seni itu sendiri banyak macamnya diantaranya ialah nilai budaya, alam, letak geografis dan lain sebagainya. Motif hias Motif ragam hias geometris pada seni berati bahwa gambar pada karya adalah suatu hiasan yang wajib untuk dimiliki, karena dengan pola-pola maupun motif tersebut nilai estetika jauh akan lebih meningkat dan menyenangkan seseorang yang melihat. Contoh Nilai Estetika Contoh Nilai Estetika Adapun untuk contoh nilai estetika yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya saja; Keindahan lukisan pemandangan Keindahan lukisan pemandangan bisa dirasakan oleh banyak orang. Akan tetapi rasa indah tersebut tidak dapat disamakan antara individu satu dengan individu lainnya. Hal ini dikarena masing-masing orang mempunyai persepsi tersendiri untuk menilai dari lukisan yang dilihat. Contoh nilai estika yang dilihat dari lukisan pemandangan mungkin sebagian orang yang melihatnya akan menganggap bahwa lukisan terlihat indah karena adanya unsur warna. Akan tetapi di lain pihak bisa jadi keindahan tersebut dapat dirasakan karena adanya unsur bentuk yang bagus. Sehingga dalam hal ini dapat disimpulkan bahwa nilai estika bisa dilihat maupun dirasakan dari berbagai hal yang ditunjukkan, dan masing-masing individu memiliki pengalaman estika tersendiri sehingga mereka cenderung menilai karya beradsarkan pengalaman yang telah mereka kantongi. Tidak heran rasanya jika apresiasi setiap orang terhadap karya seni itu berbeda-beda. Kecantikan Nilai estetika juga dapat dilihat berdasarkan standar kecantikan yang dimiliki setiap wanita. Ada beberapa orang yang menganggap bahwa seorang wanita tidak begitu cantik, tetapi menarik untuk dilihat. Hal ini dikarenakan kriteria cantik pada masing-masing orang berbeda. Sebagai informasi bahwa kecantikan pada umumnya bersifat subjektif, sehingga kita tidak dapat memaksakan semua orang harus sependapat dengan yang kita rasakan. Menurut anda, wanita yang sedang dilihat cantik, tapi bagi orang lain yang melihatnya bisa saja dianggap tidak cantik. Hal ini juag dipengaruhi dari pengalaman estetikanya. Seseorang dapat mengatakan bahwa hal itu indah apabila memiliki pengaruh timbal balik dan menarik imajinasi serta pemikiran orang tersebut. Pertunjukkan Nilai estetika juga dapat dirasakan dari suatu pertunjukkan. Sudah pasti bahwa pertunjukkan sebelumnya dirancang dengan begitu baik, tujuannya agar seseorag yang melihat dapat merasakan keindahan yang akan ditunjukkan. Misalnya saja dalam hal ini seperti pertunjukan wayang. Namun kembali lagi, bahwa petunjukkan sifatnya juga subjektif, sehingga dalam hal ini tidak semua orang dapat merasakan hal yang sama dari pertunjukkan yang dilihat. Bisa jadi sebagian orang menganggap bahwa pertunjukkan yang dilihatnya adalah hal yang begitu menarik dan menguras perasaan. Namun tidak menutup kemungkinan juga bahwa ada orang yang kurang mendapat nilai keindahan dari pertunjukkan karena tidak adanya rasa yang menarik dalam pertunjukkan sehingga membuatnya merasa biasa saja dalam penilain pertunjukkan tersebut. Harmoni dalam Karya Harmoni menjadi peristilahan yang dimaksudkan ialah mencerminkan keselarasan, keseimbangan dan koherensi dalam suatu objek atau karya seni. Sehingga pemaknaannya melibatkan penggabungan elemen-elemen yang berbeda menjadi satu kesatuan yang estetis dan memikat. Simetri dalam Objek Karya Simetri adalah bagian dari adanya nilai estetika yang berhubungan dengan kesetaraan dan kecocokan antara dua atau lebih bagian simetris dalam suatu objek atau karya seni. Simetri ini juga setidaknya memberikan kesan keseimbangan dan ketertiban visual yang memikat. Nah, demikinlah artikel yang bisa kami kemukakan pada segenap pembaca berkenaan dengan pengertian nilai estetika menurut para ahli, sifat, macam, dan contohnya yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga memberi wawasan.
- Dalam suatu bidang, kita sudah tidak asing lagi dengan kata estetika. Kata ini sering digunakan untuk menilai keindahan suatu hal yang dilihat secara subyektif. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, estetika adalah salah satu cabang filsafat yang membahas mengenai kesenian dan keindahan secara satu sama lain, dan penilaian dari seseorang. Selain itu, estetika juga membutuhkan kepekaan untuk menilai keindahan dari buku Estetika Filosofi 2018 oleh Sunarto, istilah estetika berasal dari bahasa Yunani, yaitu aestheticos yang berarti sensitif atau hidup. Jika dijelaskan lebih detail, estetika bisa dirasakan melalui semua panca indera manusia. Sebenarnya, istilah estetika ini tidak hanya untuk bidang kesenian, tetapi seluruh bidang. Itu disebabkan karena estetika memiliki pengertian yang luas alias tidak hanya mencakup satu hal saja. Baca juga Seni Relief Pengertian dan ContohnyaKonsep nilai estetika Dalam penilaian estetika, pasti ada konsep yang digunakan agar mempermudah para estetikawan atau kritikus untuk menilai. Salah satu konsep penilaian estetika sering digunakan adalah konsep beauty and the ugly. Berdasarkan jurnal Estetika Seni 2019 dari Riyan Hidayatullah, konsep ini dinilai berdasarkan keindahan dari suatu obyek atau karya dan terbagi menjadi dua penilaian, yaitu beauty dan ugly. Jika beauty, karya itu diakui indah karena memenuhi standar yang ditetapkan oleh suatu lembaga maupun masyarakat luas. Sementara, jika ugly, karya itu dianggap jelek karena tidak memenuhi standar keindahan dari suatu lembaga atau banyak masyarakat kurang menyukai karya tersebut. Unsur estetika Ada macam-macam unsur yang diamati oleh para estetikawan atau kritikus sebagai pedoman penilaian, yaitu Unsur bentuk Unsur ini bisa disebut sebagai unsur shape karena fokus utama nilai estetika adalah bentuk. Unsur bentuk juga terbagi menjadi dua, yaitu dua dimensi dan tiga dimensi.
Pengertian Estetika – Sejarah, Arsitektur, Penilaian, Konsep, Filsafat, Ilmu, Para Ahli Merupakan cabang filsafat yang memuat keindahan. Estetika merupakan ilmu yang membahas bagaimana keindahan dapat terbentuk, serta bagaimana agar bisa merasakannya. Estetika merupakan cabang filsafat yang memuat keindahan. Estetika merupakan ilmu yang membahas bagaimana keindahan dapat terbentuk, serta bagaimana agar bisa merasakannya. Untuk lebih lanjut mengenai estetika yaitu suatu filosifi yang mempelajari suatu nilai sensoris yang terkadang dianggap sebagai penilaian terhadap sentimen serta rasa. Estetika adalah cabang yang dekat dengan filosifi seni. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Rumus Kerucut Volume Luas Permukaan, Tinggi, Dan Gambar Estetika terdiri dari tiga hal, yaitu Studi mengenai fenomena estetis. Studi mengenai fenomena persepsi. Studi mengenai seni sebagai hasil pengalaman estetis. Berikut Adalah Pengertian Estetika Menurut Para Ahli. Estetik dalam kedokteran gigi adalah integeritas harmonis dari beberapa fungsi fisiologis oral dengan penekanan yang sama sehingga didapatkan atau dihasilkan gigi geligi yang ideal melalui restorasi dengan bentuk, warna, struktur dan fungsi untuk mencapai kesehatan dan daya tahan yang optimal Lexion Webster Dic 197718 Estetika merupakan gabungan dari ilmu pengetahuan dan filsafat. Kata estetika dikutip dari bahasa Yunaniaisthetikos atauaishtanomai yang berarti mengamati dengan indera Kattsoff, element of philosopjy, 1953 Estetika adalah segala sesuatu dan kajian terhadap hal-hal yang berkaitan dnegan kegiatan seni Van Mater Ames, Colliers Encyclopedia Estetika merupakan suatu telaah yang berkaitan dengan penciptaan, apresiasi, dan kritik terhadap karya seni dalam kontekx keterkaitan seni dengan kegiatan manusia dan pernanan sendi dalam perubahan duni maya Jerome stolnitz, Encyclopedia of Philoshopy Estetika merupakan kajian filsafat keindahan dan juga keburukan AA Djelantik, Estetika Suatu Pengantar, 1999 Estetika adalah suatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, mempelajari semua aspek yang disebut keindahan William Haverson, dalam Estetika Terapan, 1989 Estetika adalah segala hal yang berhubungan dengan sifat dasar nilai-nilai nonmoral suatu karya seni Jhon Hosper, dalam Estetika Terapan, 1989 Estetika merupakan cabang filsafat yang berkaitan dengan proses penviptaan karya estetis Agus sachari, Estetika terapan, 1989 Estetika adalah filsafat yang membahas esensi dari totalitas kehidupan estetik dan artisrtik yang sejalan dengan zaman Jakob sumarjo, filsafat seni, 2000 Estetika mempersoalkan hak ikat keindahan alam dan karya seni, sedangkan filsafat seni mempersoalkan hanya karya seni atau benda seni, atau artifak yang disebut seni Sejarah Estetika Pengertian estetika dari suatu masa ke masa yang lain selalu mengalami perubahan. Beberapa pemikir estetika yang terkenal antara lain adalah Aristoteles dan Immanuel Kant. Aristoteles dalam Poetics menyatakan bahwa sesuatu dinyatakan indah karena mengikuti aturan-aturan order, dan memiliki magnitude atau memiliki daya tarik. I mmanuel Kant dalam The Critique of Judgement 1790 yang dikutip oleh Porphyrios 1991 menyatakan bahwa suatu ide estetik adalah representasi dari imajinasi yang digabungkan dengan konsep-konsep tertentu. Kant menyatakan adanya dua jenis keindahan yaitu keindahan natural dan keindahan dependen. Keindahan natural adalah keindahan alam, yang indah dalam dirinya sendiri, sementara keindahan dependen merupakan keindahan dari objek-objek ciptaan manusia yang dinilai berdasarkan konsep atau kegunaan tertentu. Kedua pendapat tersebut di atas menunjukkan perhatian yang besar pada objek, di mana keindahan didapatkan karena suatu objek memiliki karakter tertentu sehingga layak untuk dinyatakan sebagai indah. Perhatian yang besar terhadap objek dalam pemikiran tentang estetika tersebut memberikan pengaruh pada arsitektur. Pengaruh tersebut mengakibatkan munculnya aturan-aturan sebagai patokan untuk menyatakan keindahan suatu bangunan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Lembaga Pendidikan Pengertian, Macam Dan 6 Fungsi Lengkap Alberti yang hidup pada masa Renaissance, dalam Ten Books on Architecture menyatakan bahwa keindahan suatu bangunan ditentukan oleh beberapa faktor Porphyrios, 1991 seperti jumlah komponen number misalnya jumlah kolom, pelubangan dan sebagainya yang dinyatakan harus meniru alam, congruity, yaitu bagaimana menempatkan suatu komponen untuk membentuk keindahan secara keseluruhan, finishing dan collocation. Pada intinya Alberti menyatakan sesuatu disebut indah karena meniru alam, dalam hal ini bukan hanya alam secara fisik, tetapi juga hukum-hukum alam. Hal ini dapat dilihat pada kolom-kolom Yunani yang berbentuk mengecil ke atas, yang dianggap sesuai dengan hukum alam. Alberti bukanlah satu-satunya orang yang mencetuskan standar dalam estetika arsitektur. Andrea Palladio dan Brunelleschi juga banyak memberikan kontribusi bagi standar estetika dalam arsitektur masa Renaissance. Kebanyakan aturan-aturan yang berlaku pada masa tersebut menyebutkan aturan proporsi dalam angka-angka. Golden section merupakan salah satu aturan proporsi dalam angka yang banyak digunakan dan dianggap sebagai representasi dari alam pada sekitar abad ke-18. Sejarah Estetika di Indonesia Yuswadi Saliya 1999 menyatakan adanya empat ciri arsitektur tradisional di Indonesia, yaitu pertama, semuanya sarat dengan makna simbolik, kedua, rumah menjadi simpul generasi masa lalu dengan generasi masa datang, ketiga pemenuhan kebutuhan spiritual lebih diutamakan daripadda kebutuhan badani, keempat, dikenalnya konsep teritorialitas dan kemudian mengejawantah menjadi batas. Ciri pertama dan kedua menunjukkan adanya kosmologi dan orientasi non badaniah, dan karena spiritual-lah yang diutamakan, maka kebutuhan badaniah cenderung akan dikorbankan demi kepentingan spiritual. Dalam hal ini manusia merupakan pihak yang harus melakukan penyesuaian diri terhadap bentukan arsitektur Soemardjan, 1983. Orientasi terhadap kosmologi ini masih banyak dijumpai di Indonesia hingga masa kini, terutama pada arsitektur tradisional. Hal ini bukan berarti bahwa semua arsitektur di Indonesia berorientasi pada kosmologi. Indonesia tidak terlepas dari pengaruh globalisasi. Pemikiran akan universalitas dan objektivitas Arsitektur Modern juga melanda arsitektur Indonesia. Seperti juga di Barat, fenomena arsitektur yang polos, tanpa ornamen dan tanpa konteks juga terjadi di Indonesia. Seperti juga arus modernisme, arus Postmodernisme juga melanda Indonesia. Sebagai akibatnya, terjadi kesadaran akan konteks dan perlunya Arsitektur Modern dan Postmodern secara bersamaan dengan masih hadirnya arsitektur tradisional menunjukkan adanya dualisme dalam arsitektur Indonesia. Arsitektur Modern dan Postmodern menunjukkan arsitektur yang berorientas pada kebutuhan badaniah manusia, sementara arsitektur tradisional Indonesia berorientasi kepada kosmologi dan spiritual. Sejarah Penilaian Keindahan Sebuah keindahan seharusnya sudah dinilai pada saat karya seni pertama kali dibuat, tetapi rumus keindahan pertama kali didokumentasi oleh filsuf Plato yang menentukan keindahan dari proporsi, kesatuan, serta keharmonisan. Sementara Aristoteles menilai keindahan datang dari aturan-aturan, keberadaan, serta kesimetrisan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan 6 Lembaga Agama Pengertian, Contoh, Macam, Tujuan LENGKAP Estetika Dalam Arsitektur Dalam arsitektur, estetika adalah sebuah bahasa visual, yang tidak sama dengan beberapa bahasa estetika yang tidak visual, seperti bahasa itu sendiri. Estetika dalam arsitektur memiliki banyak sangkut paut dengan segala yang visual seperti permukaan, volume, massa, elemen garis, dan sebagainya, termasuk berbagai order harmoni, seperti komposisi. Teori Estetika Teori Estetika SubyektifMenurut Herbert Read teori subyektif menyatakan bahwa sesungguhnya yang menyatakan ciri-ciri yang menimbulkan keindahan adalah tidak ada. Yang ada hanyalah tanggapan persaaan dalam diri seseorang dalam mengamati sesuatu memang subyektif, dalam diri setiap orang, pendapat tentang nilai estetika sebuah bangunan dipengaruhi oleh berbagai hal, antara lainSubyektifitas diri sendiri. Sensasi hanya dimungkinkan bila fungsi biologis tubuh kita yang berkaitan dengan fungsi sensasi dan persepsi dalam keadaan normal; misalnya mata bisa melihat, hidung bisa mencium, pikiran dalam keadaan normal/perseptif. Mampukah suatu obyek menggairahkan limbic’ dalam otak kita sehingga merasa adanya kenikmatan saat berkontak dengan sebuah obyek arsitektural. Kenikmatan yang didapatkan itu menjadikan otak kita mengatakan sesuatu itu indah’. Penilaian Keindahan Walaupun pada awalnya sesuatu yang indah dinilai dari suatu aspek teknis dalam bentuk suatu karya, tetapi perubahan pola pikir dalam masyarakat akan ikut mempengaruhi penilaian terhadap keindahan. Sebagai contoh, pada masa romantisme di Prancis, keindahan memiliki arti kemampuan menyajikan sebuah kegungan. Pada masa realisme, keindahan memiliki arti kemampuan menyajikan suatu dalam keadaan apa adanya. Pada masa maraknya de Stijl di Belanda, keindahan memiliki arti kemampuan menundukan warna serta ruang dan kemampuan mengabstraksi sebuah benda. Konsep the beauty dan the ugly Pada perkembangannya keindahan tidak selalu mempunyai rumusan tertentu. Ia berkembang dengan penerimaan masyarakat etrhadap ide yang dimunculkan oleh pembuat karya. Sebab itulah selalu dikenal dua hal dalam penilaian keindahan, yaitu the beauty, sebuah karya yang memang diakui banyak pihak memenuhi srandar keindahan, serta the ugly, sebuah karya yang sama sekali tidak memenuhi standar keindahan serta oleh masyarakat banyak biasanya dinilai buruk, tetapi bila dipandang dari banyak hal ternyata memperlihatkan sebuah keindahan. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Hak Angket DPR Republik Indonesia Beserta Pengajuan Menurut UU Estetika Dan Filsafat Filsafat estetika pertama kali dicetuskan oleh Alexander Gottlieb Baumgarten 1975 yang mengungkapkan bahwa estetika adalah cabang ilmu yang dimaknai oleh perasaan. Filsafat estetika adalah cabang ilmu yang membahas masalah keindahan. Bagaimana keindahan bisa tercipta dan bagaimana orang bisa merasakannya dan memberi penilaian terhadap keindahan tersebut. Maka filsafat estetika akan selalu berkaitan dengan antara baik dan buruk, antara indah dan jelek. Secara etimologi, estetika diambil dari bahasa Yunani, aisthetike yang berarti segala sesuatu yang diserap oleh indera. Filsafat estetika membahas tentang refleks kritis yang dirasakan oleh indera dan memberi penilaian terhadap sesuatu, indah atau tidak indah, beauty or ugly. Filasafat estetika adalah cabang ilmu dari filsafat Aksiologi, yaitu filsafat nilai. Istilah Aksiologi digunakan untuk menberikan batasan mengenai kebaikan, yang meliputi etika, moral, dan perilaku. Adapun Estetika yaitu memberikan batasan mengenai hakikat keindahan atau nilai keindahan. Kaum materialis cenderung mengatakan nilai-nilai berhubungan dengan sifat-sifat subjektif, sedangkan kaum idealis berpendapat nilai-nilai bersifat objektif. Andaikan kita sepakat dengan kaum materialis bahwa yang namanya nilai keindahan itu merupakan reaksi-reaksi subjektif. Maka benarlah apa yang terkandung dalam sebuah ungkapan “Mengenai masalah selera tidaklah perlu ada pertentangan”. Serupa orang yang menyukai lukisan abstrak, sesuatu yang semata-mata bersifat perorangan. Jika sebagian orang mengaggap lukisan abstrak itu aneh, sebagian lagi pasti menganggap lukisan abstrak itu indah. Karena reaksi itu muncul dari dalam diri manusia berdasarkan selera. Berbicara mengenai penilaian terhadap keindahan maka setiap dekade, setiap zaman itu memberikan penilaian yang berbeda terhadap sesuatu yang dikatakan indah. Jika pada zaman romantisme di Prancis keindahan berarti kemampuan untuk menyampaikan sebuah keagungan, lain halnya pada zaman realisme keindahan mempunyai makna kemampuan untuk menyampaikan sesuatu apa adanya. Sedangkan di Belanda pada era de Stijl keindahan mempunyai arti kemampuan mengomposisikan warna dan ruang juga kemampuan mengabstraksi benda. Pembahasan estetika akan berhubungan dengan nilai-nilai sensoris yang dikaitkan dengan sentimen dan rasa. Sehingga estetika akan mempersoalkan pula teori-teori mengenai seni. Dengan demikian, estetika merupakan sebuah teori yang meliputi Penyelidikan mengenai sesuatu yang indah; Penyelidikan mengenai prinsip-prinsip yang mendasari seni; Pengalaman yang bertalian dengan seni, masalah yang berkaitan dengan penciptaan seni, penilaian terhadap seni dan perenungan atas seni. Filsafat merupakan bidang pengetahuan yang senantiasa bertanya dan mencoba menjawab persoalan-persoalan yang sangat menarik perhatian manusia sejak dahulu hingga sekarang. Salah satu persoalan yang mendasari ungkapan rasa manusia adalah estetika, jika peranannya sebagai filsafat dan ilmu pengetahuan. Estetika Dan Ilmu Estetika dan ilmu merupakan suatu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, karena sekarang ada kecenderungan orang memandang sebagai ilmu kesenian science of art dengan penekanan watak empiris dari disiplin filsafat. Dalam karya seni dapat digali berbagai persoalan obyektif. Umpamanya persoalan tentang susunan seni, anatomi bentuk, atau pertumbuhan gaya, dan sebagainya. Penelahaan dengan metode perbandingan dan analisis teoritis serta penyatupaduan secara kritis menghasilkan sekelompok pengetahuan ilmiah yang dianggap tidak tertampung oleh nama estetika sebagai filsafat tentang keindahan. Akhir abad ke-19 bidang ilmu seni ini di Jerman disebut “kunstwissensechaft”. Bila istilah itu diteterjemahkan ke dalam bahasa Inggris adalah “general science of art”. Bruyne dalam bukunya Filosofie van de Kunst berkata bahwa pada abad ke-19 seni diperlakukan sebagai produk pengetahuan alami. Sekarang dalam penekanannya sebagai disiplin ilmu, estetika dipandang sebagai “the theory of sentient knowledge”. Estetika juga diterima sebagai “the theory of the beautiful of art” atau “the science of beauty”. Sebagai disiplin ilmu, estetika berkembang sehingga mempunyai perincian yang semakin kaya, antara lain Theories of art, Art Histories, Aesthetic of Morfology, Sociology of Art, Anthropology of Art, Psychology of Art, Logic, Semantic, and Semiology of Art. Estetika merupakan studi filsafati berdasarkan nilai apriori dari seni Panofsky dan sebagai studi ilmu jiwa berdasarkan gaya-gaya dalam seni Worringer. Berdasarkan kenyataan pendekatan ilmiah terhadap seni, dalam estetika dihasilkan sejarah kesenian dan kritik seni. Sejarah kesenian bersifat faktual, dan positif, sedangkan kritik seni bersifat normatif. Baca Juga Artikel Yang Mungkin Berhubungan Pengertian Pancasila Menurut Para Ahli DAFTAR PUSTAKA Awang, Persoalan Estetika.online,http/ .com/faliqawang/pokok-persoalan-estetika_55100abfa33311c137ba7e58, diakses pada tanggal 25 september 2015 Bagus, Estetika,online,http/ .ca./2010/10/pengertian– diakses pada tanggal 23 september 2015 Salihin, Sebagai Nilai.online,http/ .com/2013/05/23/seni-sebagai-nilai/, diakses pada tanggal 25 september 2015 Florean, Muhammad Pendidikan Seni Rupa dan Kerajinan PGSD STKIP PGRI Tulungagung. online, http/ . diakses 23 september 2015 Filsafat Estetika.online,http/ . diakses pada tanggal 25 september 2015 Mungkin Dibawah Ini yang Kamu Cari
PENDAHULUAN Mata pelajaran Seni Budaya merupakan mata pelajaran yang membahas mengenai karya seni estetis, artistik, dan kreatif yang berakar pada norma, nilai, perilaku, dan produk seni budaya bangsa melalui aktivitas berkesenian. Mata pelajaran ini bertujuan mengembangkan kemampuan peserta didik untuk memahami seni dalam konteks ilmu pengetahuan, teknologi, dan sosial sehingga dapat berperan dalam perkembangan sejarah peradaban dan kebudayaan, baik dalam tingkat lokal, nasional, regional, maupun global. Pembelajaran seni di tingkat pendidikan dasar dan menengah bertujuan mengembangkan kesadaran seni dan keindahan dalam arti umum, baik dalam domain konsepsi, apresiasi, kreasi, penyajian, maupun tujuan psikologis edukatif untuk pengembangan kepribadian peserta didik secara positif. Pendidikan Seni Budaya di sekolah tidak semata-mata dimaksudkan untuk membentuk siswa menjadi pelaku seni atau seniman namun lebih menitikberatkan pada sikap dan perilaku kreatif, etis dan estetis. Mata Pelajaran Seni Budaya bertujuan untuk menumbuhkembangkan kepekaan rasa estetik dan artistik, sikap kritis, apresiatif, dan kreatif pada diri setiap peserta pendidik secara menyeluruh. Sikap ini hanya mungkin tumbuh jika dilakukan serangkaian proses aktivitas berkesenian pada peserta didik. Mata pelajaran Seni Budaya memiliki tujuan khusus, yaitu; 1. menumbuhkembangkan sikap toleransi, 2. menciptakan demokrasi yang beradab, 3. menumbuhkan hidup rukun dalam masyarakat majemuk, 4. mengembangkan kepekaan rasa dan keterampilan 5. menerapkan teknologi dalam berkreasi 6. menumbuhkan rasa cinta budaya dan menghargai warisan budaya Indonesia 7. membuat pergelaran dan pameran karya seni.
Ketika kita bekerja menggarap sesuatu secara sungguh-sungguh, pasti akan ada masa di mana kita terbentur dengan pertanyaan mendasar mengenai pekerjaan yang kita lakukan. Sebetulnya apa yang sedang kita kerjakan? Apa maknanya bagi kita? Apa artinya pekerjaan ini bagi masyarakat? Apakah hal yang kita lakukan memberikan manfaat pada umat manusia? Begitu juga dengan seorang seniman atau publik seni pada umumnya. Pada suatu titik mereka akan bertanya mengenai sebetulnya apa yang sedang mereka lakukan? bahkan apa sebenarnya yang dimaksud dengan seni itu sendiri. Pada kondisi inilah biasanya insting berfilsafat akan tumbuh. Bisa jadi pada satu titik seorang seniman akan lumpuh dalam berkarya karena merasa pekerjaan yang dilakukannya tidak memiliki arti. Mungkin ia juga akan beralih profesi pada pekerjaan lain yang benefit finansialnya lebih baik. Namun, dalam masa yang penuh akan keraguan dan pertanyaan ini, bisa jadi kita menemukan hal yang sebenarnya ingin kita geluti. Misalnya, bisa jadi sebetulnya kita lebih menerima seni sebagai ilmu terapan yang akan mengantarkan kita menjadi seorang desainer. Dengan mengetahui betul apa yang sebenarnya kita lakukan, maka kita akan lebih yakin dan tidak ragu dalam menggarap apa pun yang sedang kita geluti. Hasilnya pun akan lebih maksimal dan lebih menggambarkan karakteristik utuh dari apa yang kita yakini sebagai seni. Tentunya, buah pemikiran mengenai seni ini amatlah banyak dan sangat luas cakupannya. Berbagai pemikiran, pertanyaan, keraguan, dan pesimis ini adalah akar dari segala ilmu yang kini telah tumbuh subur di segala bidang. Apa yang sedari tadi kita pikirkan, pertimbangkan, dan pertanyakan tak lain dan tak bukan adalah filsafat. Spesifiknya, filsafat seni dalam aplikasinya pada kehidupan sehari-hari. Filsafat seni adalah kajian masalah umum dan mendasar mengenai “apa itu seni?” secara sistematis melalui metode-metode ilmiah untuk mendapatkan pemahaman serta kebijaksanaan yang lebih baik dari berbagai pemahaman dan sesuatu yang telah disetujui saat ini. Intinya, melalui filsafat seni kita terus berusaha untuk mencari tahu mengenai seni baik dari sisi intrinsik filsafat seni sebagai filsafat maupun sisi ekstrinsiknya bersangkutan dengan masyarakat, dsb. Beberapa pertanyaan yang dapat tersirat dari filsafat seni meliputi “Apakah seni itu harus selalu indah?”, “Apakah seni harus memiliki nilai guna?”, “Bagaimana kaitan sains dengan seni? apakah seni memiliki manfaat untuk manusia?”, dsb. Filsafat adalah bidang ilmu yang harus dibarengi dengan pemahaman penuh pada dasar-dasar logika dan rasio yang digunakan untuk mempertanyakan dan mempersoalkan hakekat dasar dari suatu bidang. Di sini hanya akan dibahas berbagai pengetahuan umum dan mendasar perihal filsafat seni, tidak akan ada pertanyaan kontroversial ataupun pengolahan ide radikal. Filsafat seperti pedang bermata dua, tanpa mengerti cara menggunakannya kita dapat melukai jendela pemikiran kita sendiri, atau yang lebih buruk tidak akan mendapatkan apa-apa. Di bawah ini adalah tautan artikel yang menjelaskan pengertian, ciri, serta contoh filsafat yang dapat digali terlebih dahulu sebelum kita menyelami filsafat seni lebih jauh. Baca juga Filsafat Pengertian, Ciri, Contoh & Fungsi Menurut Para Ahli Manfaat Filsafat Seni Kebanyakan orang hanya terbawa oleh arus dan menerima pendapat pengertian seni seperti yang telah mereka dengar dan alami sehari-hari. Cara berpikir analog/mekanis seperti itu akan mengakibatkan karya seni menjadi seragam dalam suatu zaman. Dengan demikian kita tidak akan mampu mengadakan perkembangan terhadap dunia seni. Pertanyaan filosofis tentang seni akan membuat kita menjadi kritis, sehingga mampu memberikan perubahan dan perkembangan bagi budaya seni. Maka dari itu, seorang seniman pada akhirnya harus memiliki filsafat seninya sendiri dan mampu mengaplikasikan pada karyanya agar dapat memberikan perkembangan bagi budaya seni. Karena itulah pemahaman pada filsafat seni sangatlah penting. Tanpa pemahaman yang baik pada filsafat seorang seniman hanya mampu mengepul informasi dari berbagai teori filsafat lalu menjadikannya sebagai sikap hidup berkeseniannya. Misalnya seorang seniman yang banyak membaca berbagai literasi sosialis akan menggunakan prinsip-prinsip teori tersebut terhadap karyanya dan memberikan pesan moral positif. Hal tersebut memang tidak apa-apa, justru bagus, seniman tersebut memberikan kontribusi nyata bagi budaya seni. Sayangnya hal tersebut justru kurang bersimpangan dengan filsafat. Seseorang yang mengepul informasi yang telah ada lalu mengaplikasikannya adalah seorang teknokrat, bukan filsuf. Walaupun pengalaman dan dedikasi seorang teknokrat sangat baik, tetapi ada kebutuhan yang belum dipenuhi untuk perkembangan seni itu sendiri; pemikiran baru yang tumbuh dari filsuf seni. Karenanya berfilsafat tetap dibutuhkan untuk menghadirkan pesona baru bagi karya seni yang digarap. Filsafat Seni dan Estetika Awalnya hubungan filsafat dan seni selalu dikaitkan dengan estetika. Hal itu terdengar sangat masuk akal bagi nalar kita, karena estetika adalah filsafat yang mempertanyakan keindahan. Tetapi hari ini dunia seni telah sadar bahwa seni tidak harus selalu indah. Terdapat banyak komponen lain dari nilai/output yang diberikan oleh karya seni selain kecantikannya. Maka dari itu diperlukan suatu bidang khusus selain estetika untuk mempersoalkan hakekat seni; filsafat seni. Baca juga Estetika – Pengantar Filsafat Keindahan Estetika mempersoalkan hakekat keindahan alam dan karya seni, sementara filsafat seni mempersoalkan hanya karya seni atau definisi seni itu sendiri. Jadi, boleh dikatakan perbedaan yang paling signifikan dari estetika dan filsafat seni adalah objek materialnya. Beberapa perbedaan lainnya dibahas pada table dibawah ini Pokok Bahasan Filsafat Seni Estetika Ekspresi Mengekspresikan gagasan dan perasaan Tidak menggagaskan sesuatu Komunikasi / Pertanyaan Seni menimbulkan pertanyaan maksud/tujuan dari seniman Keindahan alam tidak dibuat oleh manusia Aktivitas Seni dapat meniru alam Alam tidak dapat meniru seni Kegunaan Dapat memiliki manfaat praktis dan indah perkakas belati, gelas, dll Tidak perlu manfaat praktis untuk menjadi indah Pokok Bahasan Filsafat Seni Dalam studi filosofis, persoalan selalu muncul dari pertanyaan. Pertanyaan filosofis dari dulu sampai sekarang masih tetap sama, yaitu sesederhana “Apakah seni itu?” pertanyaan yang selalu sama dan sederhana itu nyatanya memunculkan banyak pendapat yang berbeda-beda dan tidak pernah usai dari masa ke masa. Dalam pertanyaan filosofis kita tidak akan hanya mempertanyakan dari satu sudut pandang/bagian. Seperti dalam dalam seni rupa kita tidak akan hanya mempersoalkan karya seni atau produk seni itu sendiri, tetapi juga aktivitasnya, keterlibatan pihak luar dalam proses hingga ke medan yang dilaluinya. Menurut Jakob Sumardjo 2000, terdapat enam pembahasan pokok dalam filsafat seni, yaitu Benda seni Pencipta seni Publik seni Konteks seni Nilai-nilai seni Pengalaman seni Benda Seni Pokok persoalan seni tentunya diawali oleh wujud konkret yang terindera dan teralami oleh manusia. Tanpa lahirnya benda seni tidak akan muncul persoalan-persoalan seni diatas. Dalam pokok bahasan benda seni dibahas material seni dan atau medium seni. Seni terwujud berdasarkan medium tertentu baik indera pendengaran, pengelihatan, atau gabungan keduanya dan lain-lain. Setiap medium memiliki ciri khasnya sendiri dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penggolongan tersebut akan melahirkan ilmu-ilmu seni khusus, seperti ilmu sastra, ilmu seni tari, ilmu seni teater, dan lain-lain. Dalam persoalan benda seni biasanya akan dipermasalahkan apakah suatu karya seni merupakan peniruan kenyataan/alam mimesis atau seni merupakan ekspresi jiwa manusia. Dalam rekaman sejarah, debat tentang pokok persoalan tersebut telah dimulai sejak Plato dan Aristoteles dan tak pernah usai hingga sekarang. Persoalan subjektivitas dalam seni ekspresi dan objektivitas mimesis berlangsung di lingkungan penciptaan seniman dan pengamatan evaluasi kritikus. Benda seni juga mungkin akan mempermasalahkan analisis bentuk da isi seni. Perdebatan yang terjadi dalam konteks ini juga tidak kalah sengit. Pencipta Seni Persoalan seni dan seniman menyangkut masalah kreativitas dan ekspresi. Apa itu kreativitas? Apa yang dimaksud ekspresi, dan apa bedanya dengan representasi? Gender juga dapat menjadi pertanyaan, apakah seniman seni berjenis kelamin wanita berbeda dengan seniman lelaki? Pribadi seniman juga akan dipermasalahkan, karena biasanya akan menimbulkan gaya atau style yang berbeda dari setiap individu. Publik Seni Seni adalah bentuk komunikasi antar pencipta dan apresiatornya. Seni tidak dapat disebut seni tanpa pengakuan masyarakat seni dan atau dengan masyarakat umumnya. Seniman disebut seniman oleh masyarakat karena status yang diperjuangkannya. Seni itu publik, maka persoalan-persoalan komunikasi, nilai-nilai masyarakat menjadi persoalan seni juga. Apresiasi, insitusi, jarak estetik, empati tidak selalu mencakup seluruh masyarakat, terkadang mungkin ada beberapa pihak yang tidak setuju untuk menerima produk seni. Maka dipersoalkan juga karakteristik masyarakat melalui kajian sosiologi, psikologi dan antropologi seni. Nilai Seni Benedetto Croce berpendapat bahwa karya seni atau benda seni tidak pernah ada, sebab seni itu terdapat pada jiwa setiap penanggapnya. Disini dibacarakan nilai-nilai seni yang diciptakan sendiri oleh penanggap seni terhadap sesuatu yang diperlakukannya sebagai benda seni. Disitulah persoalan seni paling rumit dibicarakan dalam pembicaraan mendasar tentangnya. Persoalan seni sebetulnya adalah persoalan nilai-nilai tadi sehingga dalam bidang filsafat kajian seni dikategorikan dalam kelompok kajian tentang nilai, sejajar dengan etika dan logika. Pengalaman Seni Seni bukan hanya masalah komunikasi belaka, seni tidak hanya menyampaikan informasi. Komunikasi seni adalah komunikasi nilai-nilai berkualitas, baik kualitas perasaan maupun kualitas medium seni itu sendiri. “Singkat kata, komunikasi seni adalah komunikasi pengalaman yang melibatkan kegiatan nalar, emosi, dan intuisi.”Jakob Sumardjo, 2000, hlm. 31. Seperti Croce pada nilai seni ada juga yang berpendapat bahwa hakikat itu ada pada pengalaman, bukan benda atau nilai. Memasuki pengalaman seni berarti merasakan pengalaman sejenis dengan pengalaman saat kita sedang merasa terancam bahaya, puas saat memakan masakan yang enak atau euphoria saat memenangkan kontes tertentu. Simpulan Persoalan seni ternyata melibatkan berbagai pokok tinjauan, satu sama lain berikatan. Masing-masing pokok seni dapat bersanding dengan baik atau bertentangan. Persoalan benda seni akan melibatkan pembicaraan tentang nilai-nilai dan pengalaman seni yang diperoleh, sedangkan persoalan nilai-nilai akan berkaitan dengan public seni dan konteks sosial-budaya. Semua pemaparan di atas memperlihatkan bahwa persoalan seni bukanlah persoalan yang mudah dijawab. Dengan menggunakan pokok bahasan tersebut kita dapat mulai mempertanyakan pertanyaan filosofis kita sendiri dengan cara yang lebih tertata dan melanjutkan atau mendebat apa yang telah ditemukan pemikir seni sebelumnya. Referensi Sumardjo, Jakob. 2000. Filsafat Seni. Bandung Penerbit ITB. Graham, Gordon. 1997. Philosophy of the Arts. Repository KNC India, Diakses tanggal 2018-01-22,
drousillakeren/sink-or-swim-9-1-1-season-3-episode-2-fox-9537bc58651 drousillakeren/streaming-9-1-1-%EF%B8%8F-season-3-episode-2-hdtv-90afae5b39f8 drousillakeren/top-show-the-neighborhood-%EF%B8%8F-season-2-episode-2-online-full-23801909d8ae drousillakeren/cbs-the-neighborhood-%EF%B8%8F-season-2-episode-2-123movies-dbc7bc6c1f83
Ilustrasi seni yang mengandung estetika. Foto PixabayMendengar kata estetika sepertinya tidak dapat dilepaskan dengan seni. Banyak orang yang mengatakan bahwa estetika mengacu pada sebuah keindahan, tapi sebenarnya estetika memiliki makna yang lebih luas. Secara etimologis, asal usul estetika berasal dari teori tentang penginderaan. Asumsi teori ini mengatakan bahwa timbulnya ungkapan keindahan pada awalnya berasal dari rangsangan yang digunakan oleh panca indra secara umum berdasarkan buku berjudul Karakter Estetika Seni Rupa karangan Tri Aru Wiratno 2020 51, estetika lebih dipahami sebagai sebuah keindahan seni atau sesuatu bentuk/objek yang terlihat sempurna. Keindahan yang dimaksud berkaitan dengan perasaan yang dialami seseorang, seperti terpesona, kagum, dan takjub ketika saat melihat benda atau obyek unsur estetika dalam sebuah seni tidaklah mudah, dibutuhkan ketelitian, sensitivitas, hingga kepekaan terhadap realitas yang ada. Nilai estetika tidak hanya berkaitan dengan keindah namun masih banyak lagi ruang lingkupnya. Foto PixabayArti EstetikaSelain mengacu pada filosofis yang mengarah pada seni, istilah estetika juga bisa lebih dimengerti maknanya dalam makna yang lebih luas ruang lingkupnya. Makna ini diungkapkan oleh Clive Czeaux dalam Continental Aesthethics Reader edisi kedua tahun 2011, di antaranya adalah1. Estetika Seni dan KecantikanEstetika pada refleksi seni dan kecantikan mengacu pada keindahan nilai dan bentuk yang memberikan gambaran sebuah karya seni sebagai satu kesatuan yang utuh. Berbicara tentang seni, unsur estetika tidak hanya keindahan yang mampu diciptakan oleh penciptanya saja. Jauh lebih dari itu, estetika juga berkaitan dengan karya seni yang dibuat harus bisa mengkomunikasikan dengan realita yang ada. Oleh karena itu, penting bagi sebuah pencipta karya seni untuk memiliki rasa kepekaan yang tinggi dalam membaca kenyataan lapangan yang ada. Seni patung dalam Tradisi Yunano Kuno sangat mempertimbangkan estetika. Foto Pixabay2. Estetika Tradisi Yunani KunoEstetika dalam Tradisi Yunani kuno mengacu pada gambaran dari sebuah struktur tubuh dan proporsi tubuh yang ideal. Proporsi yang ideal direalisasikan dalam bentuk karya seni patung yang digunakan dalam pertunjukan seni seperti teater pada Yunani Kuno sangat menjunjung nilai estetika dalam setiap pembuatan karya seninya. Ini karena seni yang dibuat akan dipertontonkan oleh masyarakat Yunani pada zaman itu. Dalam setiap garapannya, pencipta benar-benar tahu detail-detail mana yang harus ditonjolkan dalam pertunjukannya. Nilai estetika dapat dirasakan oleh orang yang melihatnya. Foto Pixabay3. Estetika Realitas yang DirasakanEstetika dalam realitas yang dirasakan adalah menjadikan sebuah keindahan sebagai kenyataan dalam kehidupan yang selalu dirasakan kehadirannya. Nilai estetika dalam hal ini mengacu pada sebuah karya yang "hidup".Estetika dalam hal ini, juga erat kaitannya dengan bentuk ekspresi seseorang dalam menyikapi keadaan lingkungan di sekitarnya. Sebab, sudah menjadi fitrahnya manusia memiliki sikap kagum dan ingin memuji dapat diwujudkan dalam ungkapan keterpesonaan manusia ketika melihat objek tertentu seperti keindahan alam, keindahan objek manusia, dan keindahan karya seni.
yang di sebut kebudayaan? yang dapat di kaji seni? dua bahasan estetika dalam menilai seni, sebut dan jelaskan! cabang-cabang seni? media dari seni musik,seni tari,seni teater, dan seni rupa. jawabanKebudayaan adalah suatu keseluruhan dari sistem gagasan, tindakan, dan juga hasil karya dari manusia untuk memenuhi kehidupan bermasyarakat dan hal tersebut kemudian akan dijadikan manusia sebagai milik mereka sendiri dengan cara belajar. Penjelasan lebih lanjut akan kakak jabarkan di bawah ini ya… Stay tuned! 2. -Seni diartikan halus, kecil dan halus, tipis, lembut dan enak didengar, mungil dan elok. -Keahlian membuat karya bermutu dilihat dari segi keindahan dan kehalusannya -kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi3. dalam bahasa estetika ada 2 yaitu bicara estetika seni atau apresiasi seni...kalau masalah apresiasi seni ya itu termasuk dunia kritik seni gan...tapi kalau bicara tentang bahasa estetika,setau saya gak ada tuch yg namanya bahasa estetika,estetika kan bicara keindahan4. Seni Rupa. Cabang seni yang pertama adalah seni rupa. ...Seni Musik. ...Seni Tari. ...Seni Sastra. ...Seni media seni musik1. Media dasara. Timbreb. Ritmec. Nada2. Alat instrumena. Idiofinb. Membranofonc. Kordofond. Aerofone. Elektrofon3. Suara manusiaB. media seni tari1. Iringan tari2. Musik internal3. Musik eksternal4. Tata rias dan kostum tariC. media seni teater1. Tubuh2. Suara3. Kata,4. Gerak/akting5. lustrasi PropertiPenjelasanmaaf kalau salah
Angelikaest Angelikaest Bahan, kualitas, supaya terlihat menarik dan estetikanya lbh kental Iklan Iklan